Multiprotocol Label Swithching (MPLS)
Latar belakang MPLS
Perkembangan komputer tampaknya berpengaruh
kepada meningkatnya penggunaan jaringan komputer. Semakin lama penggunaan
jaringan komputer semakin banyak, sehingga perangkat-perangkat jaringanpun ikut
berkembang. Contohnya kini ada Bridge dan Switch yang memiliki kemampuan
menentukan jalan yang tepat pada sebuah LAN. yaitu membagi jaringan ke dalam
Collision Domain yang lebih kecil. Perbedaan Bridge dan Switch adalah bahwa
Switch lebih cepat dan mempunyai jumlah port yang lebih banyak sehingga dapat
mendukung kepadatan yang lebih tinggi. Sampai saat ini perkembangan dalam dunia
telekomunikasi terus berkembang sangat pesat seiiring dengan kebutuhan konsumen
terhadap komunikasi internet yang cepat, maka dari itu terciptalah sebuah ide untuk
membuat suatu sistem MPLS.
Pengertian MPLS
MPLS atau Multiprotocol Label Switching merupakan suatu teknologi yang mempunyai kemampuan untuk menyampaikan atau meneruskan data atau paket dengan menggunakan
informasi label yang dilekatkan pada IP dalam sebuah jaringan backbone,dimana backbone adalah ebuah
teknik atau infrastruktur dalam sebuah jaringan komputer yang dapat
menghubungkan beberapa jaringan lokal dan bagian-bagian jaringan lainnya
yang menyediakan path untuk dapat mengubah paket informasi antara LAN
dan subnetwork yang beda. Sederhananya, konsep ini dapat tergambar dari
jaringan lokal yang biasa tersambung pada masing-masing lantai di
bangunan bertingkat, yang menggunakan satu lajur kabel utama dan kabel
khusus
merupakan sebuah teknik atau infrastruktur dalam sebuah jaringan komputer yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal dan bagian-bagian jaringan lainnya yang menyediakan path untuk dapat mengubah paket informasi antara LAN dan subnetwork yang beda. Sederhananya, konsep ini dapat tergambar dari jaringan lokal yang biasa tersambung pada masing-masing lantai di bangunan bertingkat, yang menggunakan satu lajur kabel utama dan kabel khusus. Nah, backbone network inilah yang merupakan jalan,saluran, jalur utama atau biasa disebut dengan jalan tol pada sebuah jaringan
merupakan sebuah teknik atau infrastruktur dalam sebuah jaringan komputer yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal dan bagian-bagian jaringan lainnya yang menyediakan path untuk dapat mengubah paket informasi antara LAN dan subnetwork yang beda. Sederhananya, konsep ini dapat tergambar dari jaringan lokal yang biasa tersambung pada masing-masing lantai di bangunan bertingkat, yang menggunakan satu lajur kabel utama dan kabel khusus. Nah, backbone network inilah yang merupakan jalan,saluran, jalur utama atau biasa disebut dengan jalan tol pada sebuah jaringan
Sumber: http://ahlikompie.com/apa-itu-backbone-network-203.htmlsebuah teknik yang digunakan dalam penggabungan beberapa jaringan lokal
pada masing-masing lantai dari bangunan bertingkat dengan menggunakan
satu jalur kabel utama dan khusus. Backbone merupakan jalan, saluran
utama, atau bisa disebut dengan jalan tol dalam sebuah jaringan.
Asas kerjanya
menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched
dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari
keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing
seperti OSPF,
IS-IS, BGP,
atau EGP. Protokol routing
berada pada lapisan network
(ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan
kedua dan ketiga.
Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching
pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas
pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label
di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket
yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router
dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label
berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus
dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node
ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi
tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label
Switching Path).
Cara Kerja MPLS
menggabungkan
kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing
dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label
di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan.
Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai
penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi
tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket
diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan
dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket
diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).
Konfigurasi MPLS (Contoh Kasus)
Sebelum mengkonfigurasi, buatlah
terlebih dahulu rangkaian jaringan seperti di atas pada GNS3. Pastikan Anda
tidak lupa untuk melakukan "Idle PC" agar komputer Anda lebih ringan
ketika menjalankannya.
1. Langkah pertama (Mengkonfigurasi IP pada masing-masing router)
Konfigurasikan pada router R1, disini saya beri hostname P1.Perintahnya sebagai berikut :
R1> enable
R1#configure terminal
Ganti nama hostname pada router anda dengan cara ketikkan "ho (spasi) nama yang di inginkan"
R1(config)#ho P1
Setelah itu konfigurasikan masing-masing IPnya, pada R1 seperti berikut:
P1(config)# int loopback0
P1(config-if)# ip add 10.10.10.100 255.255.255.255
P1(config-if)#exit
P1(config)#int s1/0
P1(config-if)# ip add 192.168.1.1 255.255.255.252
P1(config-if)# no shut
P1(config-if)# exit
P1(config)# int s1/1
P1(config-if)# ip add 10.10.10.2 255.255.255.252
P1(config-if)# no shut
P1(config-if)#exit
Lanjutkan mengkonfigurasi R2, disini saya beri hostname P2.Seperti berikut:
R2>enable
R2#configure terminal
R2(config)#ho P2
P2(config)# int loopback0
P2(config-if)# ip add 10.10.10.101 255.255.255.255
P2(config-if)# exit
P2(config)# int s1/0
P2(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.252
P2(config-if)#no shut
P2(config-if)#exit
P2(config)#int s1/1
P2(config-if)# ip add 10.10.10.6 255.255.255.252
P2(config-if)# no shut
P2(config-if)#exit
Selanjutnya kita mengkonfigurasi R3 yang saya beri hostname PE1.
R3>enable
R3#configure terminal
R3(config)#ho PE1
PE1(config)# int loopback0
PE1(config-if)# ip add 10.10.10.102 255.255.255.255
PE1(config-if)#exit
PE1(config)#int s1/0
PE1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.252
PE1(config-if)# no shut
PE1(config-if)# exit
Terakhir kita mengkonfigurasi R4 yang juga sebagai PE2, seperti berikut
R4>enable
R4#configure terminal
R4(config)#ho PE2
PE2(config)# int loopback0
PE2(config-if)# ip add 10.10.10.103 255.255.255.255
PE2(config-if)#exit
PE2(config)#int s1/0
PE2(config-if)#ip add 10.10.10.5 255.255.255.252
PE2(config-if)# no shut
PE2(config-if)#exit
2. Langkah kedua (membuat ospf)
Membuat konfigurasi ospf pada router P1 dan P2.
P1(config)#router ospf 10
P1(config-router)#router-id 10.10.10.100
P1(config-router)#network 10.10.10.100 0.0.0.0 area 0
P1(config-router)#network 10.10.10.2 0.0.0.0 area 0
P1(config-router)#network 192.168.1.1 0.0.0.0 area 0
P1(config-router)#exit
P2(config)#router ospf 10
P2(config-router)# router-id 10.10.10.101
P2(config-router)#network 10.10.10.101 0.0.0.0 area 0
P2(config-router)#network 10.10.10.6 0.0.0.0 area 0
P2(config-router)# network 192.168.1.2 0.0.0.0 area 0
P2(config-router)#exit
Selanjutnya kita membuat konfigurasi ospf pada router PE1 dan PE2
PE1(config)#router ospf 10
PE1(config-router)# router-id 10.10.10.102
PE1(config-router)#network 10.10.10.102 0.0.0.0 area 0
PE1(config-router)#network 10.10.10.1 0.0.0.0 area 0
PE1(config-router)#exit
PE2(config)#router ospf 10
PE2(config-router)# router-id 10.10.10.103
PE2(config-router)#network 10.10.10.103 0.0.0.0 area 0
PE2(config-router)#network 10.10.10.5 0.0.0.0 area 0
PE2(config-router)#exit
3. Langkah ketiga (membuat konfigurasi MPLS pada masing-masing router)
Ini adalah bagian yang paling penting yang diperlukan untuk membentuk suatu jaringan MPLS.
P1(config)#ip cef
P1(config)#mpls ip
P1(config)#mpls label protocol ldp
P1(config)#int s1/1
P1(config-if)#mpls ip
P1(config-if)#mpls label protocol ldp
P1(config-if)#exit
P1(config)#int s1/0
P1(config-if)#mpls ip
P1(config-if)#mpls label protocol ldp
P1(config-if)#exit
P2(config)#ip cef
P2(config)#mpls ip
P2(config)#mpls label protocol ldp
P2(config)#int s1/1
P2(config-if)#mpls ip
P2(config-if)#mpls label protocol ldp
P2(config-if)#exit
P2(config)#int s1/0
P2(config-if)#mpls ip
P2(config-if)#mpls label protocol ldp
P2(config-if)#exit
PE1(config)#ip cef
PE1(config)#mpls ip
PE1(config)#mpls label protocol ldp
PE1(config)#int s1/0
PE1(config-if)#mpls ip
PE1(config-if)#mpls label protocol ldp
PE1(config-if)#exit
PE2(config)#ip cef
PE2(config)#mpls ip
PE2(config)#mpls label protocol ldp
PE2(config)#int s1/0
PE2(config-if)#mpls ip
PE2(config-if)#mpls label protocol ldp
PE2(config-if)#exit
4. Langkah keempat (membuat
konfigurasi BGP)
Kita akan membuat BGP dari router PE ke P.
PE1(config)#router bgp 1
PE1(config-router)#no auto-summary
PE1(config-router)#no synchronization
PE1(config-router)#neighbor 10.10.10.101 remote-as 1
PE1(config-router)# neighbor 10.10.10.101 update-source lo0
PE1(config-router)#neighbor 10.10.10.103 remote-as 1
PE1(config-router)# neighbor 10.10.10.103 update-source lo0
PE1(config-router)#exit
PE2(config)#router bgp 1
PE2(config-router)#no auto-summary
PE2(config-router)#no synchronization
PE2(config-router)#neighbor 10.10.10.100 remote-as 1
PE2(config-router)# neighbor 10.10.10.100 update-source lo0
PE2(config-router)#neighbor 10.10.10.102 remote-as 1
PE2(config-router)# neighbor 10.10.10.102 update-source lo0
PE2(config-router)#exit
5. Langkah terakhir (mencoba ping dari PE1 ke PE2 dan sebaliknya)
PE1(config)#exit
PE1#ping 10.10.10.103
PE1#ping 10.10.10.5
Kita akan membuat BGP dari router PE ke P.
PE1(config)#router bgp 1
PE1(config-router)#no auto-summary
PE1(config-router)#no synchronization
PE1(config-router)#neighbor 10.10.10.101 remote-as 1
PE1(config-router)# neighbor 10.10.10.101 update-source lo0
PE1(config-router)#neighbor 10.10.10.103 remote-as 1
PE1(config-router)# neighbor 10.10.10.103 update-source lo0
PE1(config-router)#exit
PE2(config)#router bgp 1
PE2(config-router)#no auto-summary
PE2(config-router)#no synchronization
PE2(config-router)#neighbor 10.10.10.100 remote-as 1
PE2(config-router)# neighbor 10.10.10.100 update-source lo0
PE2(config-router)#neighbor 10.10.10.102 remote-as 1
PE2(config-router)# neighbor 10.10.10.102 update-source lo0
PE2(config-router)#exit
5. Langkah terakhir (mencoba ping dari PE1 ke PE2 dan sebaliknya)
PE1(config)#exit
PE1#ping 10.10.10.103
PE1#ping 10.10.10.5
PE2(config)#exit
PE2#ping 10.10.10.102
PE2#ping 10.10.10.1
PE2#ping 10.10.10.102
PE2#ping 10.10.10.1
Kesimpulan
1.
Kelebihan
a. Mengurangi bayaknya proses pengolaan di IP routers,
serta memperbaiki proses pengiriman suatu paket data.
b. Menyediakan
Quality of Service (QoS) dalam jaringan backbone, sehingga setiap
layanan paket yang dikirim akan mendapat perlakuan sesuai dengan skala
prioritasnya.
2.
Kekurangan
a. Belum terbentuknya dukungan untuk trafik non IP (Ethernet over MPLS, ATM over MPLS, dan FR over MPLS)
b. Belum masuk ke tahap pengembangan secara komersial.
Referensi
0 komentar:
Posting Komentar