Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Recent News

Kamis, 10 Januari 2013

Multiprotocol Label Swithcing (MPLS)


Multiprotocol Label Swithching (MPLS)


Latar belakang MPLS

Perkembangan komputer tampaknya berpengaruh kepada meningkatnya penggunaan jaringan komputer. Semakin lama penggunaan jaringan komputer semakin banyak, sehingga perangkat-perangkat jaringanpun ikut berkembang. Contohnya kini ada Bridge dan Switch yang memiliki kemampuan menentukan jalan yang tepat pada sebuah LAN. yaitu membagi jaringan ke dalam Collision Domain yang lebih kecil. Perbedaan Bridge dan Switch adalah bahwa Switch lebih cepat dan mempunyai jumlah port yang lebih banyak sehingga dapat mendukung kepadatan yang lebih tinggi. Sampai saat ini perkembangan dalam dunia telekomunikasi terus berkembang sangat pesat seiiring dengan kebutuhan konsumen terhadap komunikasi internet yang cepat, maka dari itu terciptalah sebuah ide untuk membuat suatu sistem MPLS.

 

Pengertian MPLS


MPLS atau Multiprotocol Label Switching merupakan suatu teknologi yang mempunyai kemampuan untuk  menyampaikan atau meneruskan data atau paket dengan menggunakan informasi label yang dilekatkan pada IP dalam sebuah jaringan backbone,dimana backbone adalah ebuah teknik atau infrastruktur dalam sebuah jaringan komputer yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal dan bagian-bagian jaringan lainnya yang menyediakan path untuk dapat mengubah  paket informasi antara LAN dan subnetwork yang beda. Sederhananya, konsep ini dapat tergambar dari jaringan lokal yang biasa tersambung pada masing-masing lantai di bangunan bertingkat, yang menggunakan satu lajur kabel utama dan kabel khusus
merupakan sebuah teknik atau infrastruktur dalam sebuah jaringan komputer yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal dan bagian-bagian jaringan lainnya yang menyediakan path untuk dapat mengubah  paket informasi antara LAN dan subnetwork yang beda. Sederhananya, konsep ini dapat tergambar dari jaringan lokal yang biasa tersambung pada masing-masing lantai di bangunan bertingkat, yang menggunakan satu lajur kabel utama dan kabel khusus. Nah, backbone network inilah yang merupakan jalan,saluran,  jalur utama atau biasa disebut dengan jalan tol pada sebuah jaringan
Sumber: http://ahlikompie.com/apa-itu-backbone-network-203.htmlsebuah teknik yang digunakan dalam penggabungan beberapa jaringan lokal pada masing-masing lantai dari bangunan bertingkat dengan menggunakan satu jalur kabel utama dan khusus. Backbone merupakan jalan, saluran utama, atau bisa disebut dengan jalan tol dalam sebuah jaringan.
sebuah teknik yang digunakan dalam proses penggabungan beberapa jaringan lokal  misalnya  menggunakan satu jalur kabel utama dan khusus.jadi jaringan backbone ini bisa juga kita ibaratkan sebagai sebuah jalan utama atau jalan tol dalam sebuah jaringan saat terjadinya proses pengiriman paket.

Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, IS-IS, BGP, atau EGP. Protokol routing berada pada lapisan network (ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan ketiga.
Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).

 
Cara Kerja MPLS



 
menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).

 
Konfigurasi MPLS (Contoh Kasus)
 

 
Sebelum mengkonfigurasi, buatlah terlebih dahulu rangkaian jaringan seperti di atas pada GNS3. Pastikan Anda tidak lupa untuk melakukan "Idle PC" agar komputer Anda lebih ringan ketika menjalankannya.




1. Langkah pertama (Mengkonfigurasi IP pada masing-masing router)
Konfigurasikan pada router R1, disini saya beri hostname P1.Perintahnya sebagai berikut :

R1> enable
R1#configure terminal

Ganti nama hostname pada router anda dengan cara ketikkan "ho (spasi) nama yang di inginkan"
R1(config)#ho P1

Setelah itu konfigurasikan masing-masing IPnya, pada R1 seperti berikut:
P1(config)# int loopback0
P1(config-if)# ip add 10.10.10.100 255.255.255.255
P1(config-if)#exit
P1(config)#int s1/0
P1(config-if)# ip add 192.168.1.1 255.255.255.252
P1(config-if)# no shut
P1(config-if)# exit
P1(config)# int s1/1
P1(config-if)# ip add 10.10.10.2 255.255.255.252
P1(config-if)# no shut
P1(config-if)#exit

Lanjutkan mengkonfigurasi R2, disini saya beri hostname P2.Seperti berikut:
R2>enable
R2#configure terminal
R2(config)#ho P2
P2(config)# int loopback0
P2(config-if)# ip add 10.10.10.101 255.255.255.255
P2(config-if)# exit
P2(config)# int s1/0
P2(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.252
P2(config-if)#no shut
P2(config-if)#exit
P2(config)#int s1/1
P2(config-if)# ip add 10.10.10.6 255.255.255.252
P2(config-if)# no shut
P2(config-if)#exit


Selanjutnya kita mengkonfigurasi R3 yang saya beri hostname PE1.
R3>enable
R3#configure terminal
R3(config)#ho PE1
PE1(config)# int loopback0
PE1(config-if)# ip add 10.10.10.102 255.255.255.255
PE1(config-if)#exit
PE1(config)#int s1/0
PE1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.252
PE1(config-if)# no shut
PE1(config-if)# exit

Terakhir kita mengkonfigurasi R4 yang juga sebagai PE2, seperti berikut
R4>enable
R4#configure terminal
R4(config)#ho PE2
PE2(config)# int loopback0
PE2(config-if)# ip add 10.10.10.103 255.255.255.255
PE2(config-if)#exit
PE2(config)#int s1/0
PE2(config-if)#ip add 10.10.10.5 255.255.255.252
PE2(config-if)# no shut
PE2(config-if)#exit

2. Langkah kedua (membuat ospf)
Membuat konfigurasi ospf pada router P1 dan P2.
P1(config)#router ospf 10
P1(config-router)#router-id 10.10.10.100
P1(config-router)#network 10.10.10.100 0.0.0.0 area 0
P1(config-router)#network 10.10.10.2 0.0.0.0 area 0
P1(config-router)#network 192.168.1.1 0.0.0.0 area 0
P1(config-router)#exit

P2(config)#router ospf 10
P2(config-router)# router-id 10.10.10.101
P2(config-router)#network 10.10.10.101 0.0.0.0 area 0
P2(config-router)#network 10.10.10.6 0.0.0.0 area 0
P2(config-router)# network 192.168.1.2 0.0.0.0 area 0
P2(config-router)#exit


Selanjutnya kita membuat konfigurasi ospf pada router PE1 dan PE2
PE1(config)#router ospf 10
PE1(config-router)# router-id 10.10.10.102
PE1(config-router)#network 10.10.10.102 0.0.0.0 area 0
PE1(config-router)#network 10.10.10.1 0.0.0.0 area 0
PE1(config-router)#exit

PE2(config)#router ospf 10
PE2(config-router)# router-id 10.10.10.103
PE2(config-router)#network 10.10.10.103 0.0.0.0 area 0
PE2(config-router)#network 10.10.10.5 0.0.0.0 area 0
PE2(config-router)#exit


3. Langkah ketiga (membuat konfigurasi MPLS pada masing-masing router)
Ini adalah bagian yang paling penting yang diperlukan untuk membentuk suatu jaringan MPLS.
P1(config)#ip cef
P1(config)#mpls ip
P1(config)#mpls label protocol ldp
P1(config)#int s1/1
P1(config-if)#mpls ip
P1(config-if)#mpls label protocol ldp
P1(config-if)#exit
P1(config)#int s1/0
P1(config-if)#mpls ip
P1(config-if)#mpls label protocol ldp
P1(config-if)#exit

P2(config)#ip cef
P2(config)#mpls ip
P2(config)#mpls label protocol ldp
P2(config)#int s1/1
P2(config-if)#mpls ip
P2(config-if)#mpls label protocol ldp
P2(config-if)#exit
P2(config)#int s1/0
P2(config-if)#mpls ip
P2(config-if)#mpls label protocol ldp
P2(config-if)#exit


PE1(config)#ip cef
PE1(config)#mpls ip
PE1(config)#mpls label protocol ldp
PE1(config)#int s1/0
PE1(config-if)#mpls ip
PE1(config-if)#mpls label protocol ldp
PE1(config-if)#exit

PE2(config)#ip cef
PE2(config)#mpls ip
PE2(config)#mpls label protocol ldp
PE2(config)#int s1/0
PE2(config-if)#mpls ip
PE2(config-if)#mpls label protocol ldp
PE2(config-if)#exit

4. Langkah keempat (membuat konfigurasi BGP)
Kita akan membuat BGP dari router PE ke P.
PE1(config)#router bgp 1
PE1(config-router)#no auto-summary
PE1(config-router)#no synchronization
PE1(config-router)#neighbor 10.10.10.101 remote-as 1
PE1(config-router)# neighbor 10.10.10.101 update-source lo0
PE1(config-router)#neighbor 10.10.10.103 remote-as 1
PE1(config-router)# neighbor 10.10.10.103 update-source lo0
PE1(config-router)#exit

PE2(config)#router bgp 1
PE2(config-router)#no auto-summary
PE2(config-router)#no synchronization
PE2(config-router)#neighbor 10.10.10.100 remote-as 1
PE2(config-router)# neighbor 10.10.10.100 update-source lo0
PE2(config-router)#neighbor 10.10.10.102 remote-as 1
PE2(config-router)# neighbor 10.10.10.102 update-source lo0
PE2(config-router)#exit

5. Langkah terakhir (mencoba ping dari PE1 ke PE2 dan sebaliknya)
PE1(config)#exit
PE1#ping 10.10.10.103
PE1#ping 10.10.10.5
PE2(config)#exit
PE2#ping 10.10.10.102
PE2#ping 10.10.10.1

 
Kesimpulan

1.    Kelebihan
a.       Mengurangi bayaknya proses pengolaan di IP routers, serta memperbaiki proses pengiriman suatu paket data.
b.    Menyediakan Quality of Service (QoS) dalam jaringan backbone, sehingga setiap layanan paket yang dikirim akan mendapat perlakuan sesuai dengan skala prioritasnya.

2.    Kekurangan
a.      Belum terbentuknya dukungan untuk trafik non IP (Ethernet over MPLS, ATM over MPLS, dan FR over MPLS)
b.      Belum  masuk ke tahap pengembangan secara komersial.


Referensi





0 komentar:

Posting Komentar