Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Recent News

Rabu, 26 Juni 2013
Nagios 3 (Tambahan)


Postingan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang nagios 3.dan menambahkan jumlah hostyang akan di monitoring,yaitu 17 host.
Karena sebelumnya kita telah melakukan konfigurasi terhadap nagios 3 dengan jumlah host yang di monitoring sebanyak 3 host, maka pada kesempatan ini penulis hanya akan melakukan beberapa perubahansaja pada konfigurasinya. Adapun perubahan yang dilakukan yaitu :


  1. Tambahkan host yang akan di monitoring lengkap dengan pegaturan define host, define service, Define a service to check the number of currently logged in users on the local machine. Warning if > 20 users, critical if > 50 users, dan beberapa fitr yang lainnya. #nano /etc/nagios3/conf.d/localhost_nagios2.cfg (ini perintah yang dimasukkan)
  2. Selanjutnya melakukan pengaturan hostgroup dengan menambahkan hostname yang telah ditambahkan di local host tadi #nano/etc/nagios3/conf.d/hostgroups_nagios2.cfg
  3. Selanjutnya restart . #/etc/init.d/nagios3 restart
Setelah direstart dan semuanya Ok, lalu masukke web  http://localhost/nagios3. 


Masukkan username dan password. yang dimana usernam nya nagios admin dan password sesuai yang telah di tentukan yang sebelum nya. Lalu akan muncul hal seperti ini


 Pada tmapilan ini ada beberapa fitur yang akan dijelaskan yaitu :
 1.   Map
Pada  Map ini kita dapat dapat melihat bagaimana keadaan jaringan yang kita monitoring.
baik itu dalam ruang lingkup kecil maupun ruang lingkup besar. Diman agar kita dapat  mengetahui keadaan jaringan yang kita monitoring dengan indicator warna hijau apabila jaringan up dan indicator warna merah saat jaringan down.




2.  Host
Host atau node yaitu sistem komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan. Host atau node dapat berupa:
1.   Server : Komputer tempat penyimpanan data dan progra-program aplikasi yang digunakan dalam jaringan
2.   Client : Komputer yang dapat mengakses sumber daya (berupa dat dan program aplikasi) yang ada pada server. 
3.   Shared Pheriperal : Peralatan - peralatan yang terhubung dan digunakan dalam jaringan (misalanya , printer, scanner, harddisk, modem dan lain-lain).



Pada hasil yang telah di dapat. pada data ini terdapat 4 buah data down dan 13 up. Pada 4 buah data yang down ini 4, hanya 3 buah data yang benar-benar critical.   
3.    Service
 Service berhubungan langsung terhadap host yang kita monitoring. Service baru bisa berjalan apabila host yang kita  monitoring dalam keadan UP. Berikut adalah hal yang dimonitoring pada service
a. Current Load
b. Current Users
c. Disk Space
d. HTTP
e. PING
f. SSH
g. Total Processes




4. Hostgroup
Hostgroup adalah grup dari satu atau lebih host. Hostgroup memudahkan kita untuk melihat status details dari host – host yang bersangkutan. Pada konfigurasi yang saya lakukan, saya menambahkan empat hostgroups yaitu Debian-Server, HTTP-Server, Ping-Server dan SSH-Server. Ketika kita memilih tab Host Groups yang terletak di sebelah kiri layar, maka kita dapat melihat Service Overview for All Host Groups. namun gambar yangakan saya tampilkan berikut iniadalah hostgroup pada postingan sebelumnya yang memonitoring 3 host.



Dari gambar tersebut kita dapat melihat status dari tiap – tiap host group tersebut. Apakah tiap host nya sudah berstatus UP (aktif) pada host groupnya atau masih down.

Minggu, 16 Juni 2013

Konfigurasi nagios3

Pengertian nagios

          Nagios adalah open source aplikasi yang memantau untuk maslah jaringan komputer sehingga mereka dapat memperbaiki lebih cepat. Nagios dirancang untuk digunakan dengan Linux sistem operasi, tetapi juga akan bekerja dibawah unix dan sebagian sistem berbasis unix.

          Nagios berjala pada pemeriksaan yan ditentukan pengguna sumber daya dan jasa . sember daya yang dapat dipantau termasuk memori penggunaan,penggunaan disk, mikroprosesor beban, dan file log. Layanan yang dapat dipantau meliputi Mail Transfer Protocol Sederhana ( SMTP ), Post Office Protocol 3 ( POP3 ), Hypertext Transfer Protocol ( HTTP ), dan lain protokol jaringan yang umum. Program ini dapat memonitor variabel lingkungan seperti suhu, kelembaban, atau tekanan udara dalam hubungannya dengan perangkat keras ukur yang tepat. Sebuah user-friendly berbasis web antarmuka pengguna grafis disediakan. Sebuah sistem otorisasi memungkinkan administrator untuk membatasi akses yang diperlukan.

          Nagios telah terbukti populer dikalangan usaha kecil. Pengguna lainnya termasuk penyedia layanan internet, lembaga pendidikan, intansi pemerintah, lembaga perawatan kesehatan,perusahaan manufaktur,dan lembaga keuangan. Sebelum disebut NetSaint, nagios dikembangkan oleh ethan gelstad dan disempurnakan oleh banyak kontributor.
sumber :http://searchenterpriselinux.techtarget.com/definition/Nagios

Kelebihan Nagios :
  •  Memonitoring servis jaringan (SMTP , POP3, HTTP, NNTP,PING,dsb)
  • Servis cek yang parallel
  •  Memonitoring sumber sumber host (load prosesor, penggunaan disk, dsb)
  • Desain plugin yang sederhana,yang mengijinkan pengguna untuk lebih mudah menggunakan pemeriksaan terhadap servisnya
  • Kemampuan mendefinisikan kejadian yang ditangani selama servis atau host berlangsung untuk mempermudah pemecahan masalah
  • Perputaran file log yag otomatis

Langkah langkah konfigurasi Nagios3

1. Masuk ke Root dulu (#). Sudo su

2. Lakukan install nagios3
    Dengan perintah : # apt-get install nagios3

3. Lakukan install apache2    Dengan perintah : # apt-get install apache2

4. Konfigurasi selanjutnya :    Dengan perintah :            nano /etc/nagios3/conf.d/localhost_nagios2.cfg

  •  Tambahkan pada define host tetangga dibawah define host local host, atau  bisa juga dengan cara mencopy file localhost_nagios2.cfg dengan nama lain asalkan define host pada local host tetap ada. Hal tersebut agar fungsi dari local host tidak hilang.    
  •  Edit host name, alias dan address-nya sesuai dengan nama dan IP tetangga.
  • Tambahkan define service untuk host tetangga untuk masing-masing service    description(disk space, current users, total processes dan current load). 
# A simple configuration file for monitoring the local host
# This can serve as an example for configuring other servers;
# Custom services specific to this host are added here, but services
# defined in nagios2-common_services.cfg may also apply.
#

define host{
use generic-host ;         Name of host template to use
host_name jartel1
alias misra
address 172.16.30.44
}

define host{
use generic-host ;         Name of host templat$
host_name jartel12
alias lili
address 172.16.30.3
}

define host{
use generic-host ;         Name of host templat$
host_name jartel13
alias marta
address 172.16.30.17
# Define a service to check the disk space of the root partition
# on the local machine. Warning if < 20% free, critical if
# < 10% free space on partition. 
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel1
service_description Disk Space
check_command check_all_disks!20%!10%
}
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel2
service_description Disk Space
check_command check_all_disks!20%!10%
}
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel3
service_description Disk Space
check_command check_all_disks!20%!10%
}
# Define a service to check the number of currently logged in
# users on the local machine. Warning if > 20 users, critical
# if > 50 users.
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel1
service_description Current Users
check_command check_users!20!50
}
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel2
service_description Current Users
check_command check_users!20!50
}
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel3
service_description Current Users
check_command check_users!20!50
# Define a service to check the number of currently running procs
# on the local machine. Warning if > 250 processes, critical if
# > 400 processes. 
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel1
service_description Total Processes
check_command check_procs!250!400
}
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel2
service_description Total Processes
check_command check_procs!250!400
}
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel3
service_description Total Processes
check_command check_procs!250!400
# Define a service to check the load on the local machine.
define service{ 
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel1
service_description Current Load
check_command check_load!5.0!4.0!3.0!10.0!6.0!4.0
}
define service{
use generic-service ;      Name of service templete to use
host_name jartel2
service_description Current Load
check_command check_load!5.0!4.0!3.0!10.0!6.$
}
define service{
use generic-service ;      Name of service template to use
host_name jartel3
service_description Current Load
check_command check_load!5.0!4.0!3.0!10.0!6.$
}

5.  Selanjutnya lakukan konfigurasi hostgroup
     dengan perintah : #nano/etc/nagios3/conf.d/hostgroup_nagios2.cfg
  • Tambahkan  define hostgroup untuk ping di bagian paling bawah, kalau cuma sampai ssh-accessible servers, maka ketik baru/tambahkan untuk ping server
  • Ubah members sesuai dengan host tetangga yang ingin di monitoringkan

# Some generic hostgroup definitions

# A simple wildcard hostgroup
define hostgroup {
hostgroup_name all
alias All Servers
members jartel1,jartel2,jartel3
}
# A list of your Debian GNU/Linux servers
define hostgroup {
hostgroup_name debian-servers
alias Debian GNU/Linux Servers
members jartel1,jartel2,jartel3
}
# A list of your web servers
define hostgroup {
hostgroup_name http-servers
alias HTTP servers
members jartel1,jartel2,jartel3
}
# A list of your ssh-accessible servers
define hostgroup {
hostgroup_name ssh-servers
alias SSH servers
members jartel1,jartel2,jartel3
}
# A list of your ping accessbile servers
define hostgroup {
hostgroup_name ping-servers
alias PING servers
members jartel1,jartel2,jartel3
}

6.  Selanjutnya lakukan konfigurasi untuk services
     dengan perintah : #nano/etc/nagios3/conf.d/services_nagios2.cfg 

# check that web services are running
define service {
hostgroup_name http-servers
service_description HTTP
check_command check_http
use generic-service
notification_interval 0 ; set > 0 if you want to be renotified
}
# check that ssh services are running
define service {
hostgroup_name ssh-servers
service_description SSH
check_command check_ssh
use generic-service
notification_interval 0 ; set > 0 if you want to be renotified
}
# check that ssh services are running
define service {
hostgroup_name ping-servers
service_description PING
check_command check_ping
use generic-service
notification_interval 0 ; set > 0 if you want to be r$

7.  Selanjutnya lakukan konfigurasi untuk services
     dengan perintah : #nano/etc/nagios3/conf.d/services_nagios2.cfg 

8.  Selanjutnya lakukan restart nagios
     dengan perintah : # etc/init.d/nagios3 restart

9. Lalu pada web browser ketikkan http:/localhost/nagios3
    Maka akan keluar tampilan seperti berikut :

    User Name : nagiosadmin
    Pass           : Sesuai dengan pada saat instalasi

Setelah selesai login,maka akan keluar tampilan seperti berikut 

10. Lalu pada bagian kiri, klik MAP maka akan keluar tampilan hasil jaringan yang kita telahdiatur untuk dimonitoring. dalam hal ini saya memonitoring 3 jaringan.


11. Apabila ingin melihat tampilan kondisi service status masing masing host, klik dua kali 
      nama host pada 
      MAP, sehingga akan keluar tampilan seperti berikut :











Rabu, 12 Juni 2013
KONFIGURASI CACTI

CACTI merupakan suatu monitoring suatu jaringan local. cacti adalah aplikasi frontend dari RRDTool yang menyimpan informasi ke dalam database MySQL dan membuta grafik berdasarkan informasi tersebut. proses pengambilan data (lewat SNMP maupun skrip) sampai kepasa pembutaan grafik dilakukan menggunakan  bahasa pemograman PHP. Secara sekilas,cacti mempunyai tampilan grafik yang sama dengan MRTG,namun cacti mempunyai banyak kelebihan dibandingkna dengan MRTG sperti adanya template untuk grafik, zoomgrafik dan lian sebagainya. cacti dapat digunakan untuk menyimpan graph, data sources,dan round robin archives kedalam sebuah database. aplikasi ini juga mendukung protocol SNMP, sehingga dapat digunakan untuk membuat traffic graph menggunakan MRTG. 

ada pun paket - paket yang harus ada sebelum melakukan peginstalan cacti yaitu :
1. php -snmp
2. rrdtool
3. apache2
4. httpd
5. php
6. php-mysql
7. mysql
8. mysql server

langkah - langkah penginstallan cacti :

1.     Masuk ke root dengan perintah 
      # Sudo su        

2.    Masukkan password untuk melakukan autentikasi,agar dapat mengakses sistem Ubuntu kita

3.    Lakukan penginstalan cacti :
      # apt-get install cacti

4.    Lalu akan muncul webserver, pilih Apache2 lalu klik OK

5.    Selanjutnya akan muncul tampilan configure cacti,pilih YES

  
  

6.    Kemudian masukkan password untuk database administrator



7.    Kemudian masukkan password untuk MySQL



8.    Ulangi password untuk konfirmasi

9. Setelah itu lakukan instalasi pada browser dengan mengetik perintah localhost/cacti/install
      


10.  Pilih next dan finish

11.  Selanjutnya lakukan proses autentifikasi (user name & password)
      


12.  Setelah selesai, akan muncul tampilan berikut
      


13.  Klik menu device dan kemudian klik add(sebelah kanan atas)
      


14.  Kemudian muncul tampilan berikut, dan isi kolom yang kosong
      


15.  Berikut contoh pengisian


16.  Dia “associated data query” pilih “adddata query =SNMP-interface statistic” dengan “index-method=uptime goes backward” lalu klik add.

17.  Untuk memastikan SNMP klik “verbose query” di “associated data query” pada SNMP-interface static. Seperti tampilan dibawah ini :



18.  Jika tidak ada error setelah di verbose query ,lalu klik save yang berada di kanan atas.
berikut hasil verbose query.
      


      


19.  Pada menu device, klik device yang sudah kita buat pada awal. Contoh yang telah kita buat adalah Gateway. Lalu klik “create graphs for this host”.

20. Pada bagian query di SNMP-Interface static beri tanda ceklist (centang) pada bagian gateway yang ingin di tampilkan grafik nya. pada select graph type(di bawah), pilih ”In/Out Bits with total bandwith” Dan klik create.

21.  Lalu untuk menampilkan di graph tree, pada “graph management” pilih  “ host gateway ” .

22.  Lalu centang semuanya dan di bagian action pilih “Place on a Tree (Default tree)” klik go.

23. Setelah itu akan muncul tampilan Place on a tree (Default tree). Dan klik continue

24.     Setelah semua nya selesai lalu akan muncul grafik